dasar… Sau!

a real troublemaker

Pohon Sepatu Januari 10, 2010

Filed under: 1 hari=23 jam 56 menit — Sau @ 2:48 pm
Tags: , ,

Pernahkah kamu membeli sepatu ?

(io pernahlah sau, masa nyeker terus!)

Sepatu iang sekarang kita pakai ke sekolah, jadi korban pencilakan kita waktu pelajaran olahraga, korban anarki “tendangan bebas” kita (baca: kejedot, kesandung, kejatuhan kursi, dll), sepatu iang ikut nerabas hujan gerimis, hujan petir, hujan tangis dan hujan uang (amiiin)…

Suatu hari bakal kekecilan.
Bakal rusak.

Sebagaimanapun maunia kita tetap setia pakai sepatu itu, kalau keadaan ga memungkinkan, mau bagaimana? Apa tetap dipaksakan?

Apa cinta seperti sepatu?

Tapi ada tukang servis sepatu, kan? Ada cat, kan? Ada alteco, kan? Segala robek, noda, goresan, tompelan bisa dihilangkan seperti baru.

Apa perasaan manusia seperti sepatu ?

Sepatu impian kita, model mbois, performa handal, tapi mahal gila, 10 juta sepasang. Nabung berbulan-bulan pake uang saku (itu pun sering nilep tabungan buat biaia online), just impossible. Cuma bisa liat di internet, memantau hargania, mengulang-ulang baca halaman spec-nia. Sepatunia sendiri masih nun jauh di pabrik di Amerika sana, entah lagi diapain (atau ngapain). Sekali kali aja keliatan mejeng di displai toko sepatu impor, dan iang bisa dilakukan cuma ngeliatin.
Kelamaan, keJAUHan, ga mungkin kebeli, ga mungkin ketemu. Sementara di sini si kaki ngerengek buat sepatu keren.

Apa LDR seperti sepatu?

Atau terlalu sakralkah mereka buat dianalogikan dengan sepatu?

Gimana dengan pohon?

Diam-diam, dia tumbuh, nambah daun, nambah klorofil. Meniebarkan oksigen ke muka bumi. Entah dari pohon mana oksigen iang kita hirup sekarang, iang jelas pohon itu sudah berkontribusi bikin kita tetap bisa bernafas. Tetap hidup. Tetap ketawa, nangis, makan, nge-blog, ngocol, apalah.. dan bersiukur sama Tuhan iang sudah menciptakan pohon, pastinia.
Waktu dia kegores, dia bisa memperbaiki diri sendiri pake hormon asam traumalin (sekalian belajar biologi noh). Bahkan kita belum mengenal semua spesies pohon yang ada di bumi ini, apalagi menyentuh daun mereka satu persatu! Tapi, tanpa mereka, kita mati. Salah. Semua makhluk hidup aerob bakal mati.

Nah.
Apa cinta dan perasaan manusia lebih seperti itu?

Atau, ada beberapa manusia yang cinta perasaannya seperti pohon, sedangkan yang lain seperti sepatu, yang lain lagi seperti benda lain lagi.. alias cinta dan perasaan manusia itu unik?

Yang mana cinta dan perasaanku. Dan yang mana punyamu.

Apa kita memang bisa bersama?

P.S. Sorry para fans Sau The Troublemaker, ga sempat ngasih onion head, keburu basi.. (masi anget anget tai jerapah nih)

 

9 Responses to “Pohon Sepatu”

  1. jual sepatu Says:

    cinta sama dg sepatu??

  2. Rist Lawliet is Back! Says:

    Wah…
    Dibalik postingan ini terdapat hawa miris… brrr

    sudahlah, selamat kembali ke blogosphere mbak! hehe

  3. elfaridi Says:

    pembahasn yang unikk nice..

  4. Sau Says:

    MANA BLOG MU !!!!!

  5. Rist Lawliet udah gak punya blog Says:

    wkwkwk
    udah musnah mbak
    mungkin habis ini mau mbuat lagi… ehehehehe

  6. ika Says:

    saya baru paham tadi siang😦

  7. dedekusn Says:

    Perasaan kita seperti sepatu…. ?
    Piss

  8. trevi Says:

    sepatu bikinan amerika ?
    sepatunya dari china atau indonesia semua mah disini . cuma dikirim balik , ongkosnya jadi lebih mahal . haha

  9. monampangdoank Says:

    kalo cinta seperti sepatu, cinta bisa dibeli dong :p
    gak deeeenggg…….
    ayo cari sepatu lagi🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s